-->

July 10, 2015

Integrated Curriculum

Intergrated kurikulum meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajran dalam bentuk unit dan keseluruhan. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan mampu membentuk kepribadian murid yang integral, selaras dengan kehidupan sekitarnya, apa yang diajarkan disekolah disesuaikan dengan kehidupan anak diluar sekolah.
Ada dua sifat yang membedakan kurikulum inti dengan kurikulum lainnya :
1.      kurikulum ini menekankan pada nilai-nilai sosial. Unsur universal dalam suatu kebudayaan memberikan stabiltas dan kesatuan pada masyarakat. Kurikulum ini sifatnya khas dengan keharusan yang disodorkan agar semua tujuan pendidikan disekolah merefleksikan keperluan utama dari system sosial.
2.      Struktur kurikulum inti ditentukan oleh problem social dan perikehidupan social.
Dalam bentuk yang murni kurikulum ini merupakan penghalusan dan penyederhanaan dari unsure-unsur kebudayaan yang dimiliki oleh semua anggota masyarakat, hokum-hukum normatif, prinsip-prinsip deskriptif, fakta dan sebagainya. Unsur ini tidak diorganisasi menurut mata pelajaran maupun ketegori perhatian melainkan dalam bentuk kategori social yang didasarkan pada lapangan utama dari aktifitas social.
 Menurut Prof. Dr. S. Nasution Ma, menyatakan bahwa memang sekolah-sekolah modern sudah mulai berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject centred karena tidak menghasilkan pribadi yang harmonis.
 Oleh karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang disebut “brood-unit” dengan cirri-ciri sebagai berikut :
1.      Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat.
2.      Unit menghapus batas-batas pelajaran.
3.      Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar (didasrkan pada pusat minat dari anak).
4.      Unit didasarka pada kebutuhab anak.
5.      Unit memerlukan waktu yang lebih panjang disbanding dengan mata pelajaran yang biasa dari kurikulu tradisional.
6.      Unit berasal dari “life centred” (berhubungan dengan kehidupan).
7.      Unit memamfaatkan dengan wajar dari dalam diri anak yang belajar.
8.      Dalam unit anak dihadapkan pada situasi-situasi yang mengandung problema.
9.      Unit denga sengaja memajukan perkembangan social kepada anak-anak sebab benyak memberi kesemptan untuk bekerjasama dalam kelompok.
10.  Unit direncanakan oleh guru dan murid.

Sarana dan fasilitas yang diperlukan untuk meleksanakan kurikulum ini ialah :
1.      Pendidikan Guru
2.      Keadaan Gedung
3.      Fleksibilitas dalam pengelompokan siswa
4.      Hubungan dengan masyarakat
5.      Sekolah sebagai community centred

6.      Demikianlah kita sudah menganal tiga macam pengorganisasian kurikulum yang secara singkat dapat kita sebutkan lagi ialah kurikulum yang tepisah-pisah, kurikulum yang berkorelasi dan kurikulm yang berintegrasi.

Selamat Datang di www.anaziz.com semoga konten yang anda cari ada disini. Website ini masih dalam pengembangan dan akan berorientasi pada bidang pendidikan terutama perangkat pembelajaran. Semoga bisa menjadi website yang berguna terutama untuk pengembangan pendidikan di Indonesia.

0 komentar:

Post a comment

Bergabung dengan Tim

Kontak
Aziz Permana
082137148320
Gempolsari 18/04, Wates, Simo, Boyolali
Powered by Blogger.